Friday, June 1, 2012

WHITE MAN UTD

WHITE MAN UTD
indobet77.com- Situs taktik Zonal Marking, pernah melabeli MU pada periode 2006 hingga 2009 sebagai salah satu tim terbaik dekade ini. Tim dari era tersebut telah membuat MU meraih tiga titel Premier League, dua Piala Carling, satu Liga Champions, dan satu Piala Dunia Antarklub. Fergie dengan bebas bisa mengkreasikan formasi dari 4-4-2, 4-5-1, 4-2-3-1, hingga 4-3-3 tanpa striker murni. Hal itu mungkin dilakukannya karena ia punya Cristiano Ronaldo, Carlos Tevez, dan Wayne Rooney di depan, gelandang-gelandang lincah semodel Park Ji-Sung dan Nani di sayap, visi passing dari Scholes dan Carrick, serta kegigihan seorang Owen Hargreaves. Tak lupa pula, Rio Ferdinand dan Vidic juga tengah berada dalam performa puncak.

Fergie, meskipun sepuh untuk ukuran seorang manajer, tidak buta taktik sepakbola modern. Meski kerap mematok formasi 4-4-2, pola tersebut kerap berubah seiring dengan berjalannya pertandingan atau musim. Di era 90-an ia tak ragu memasang 4-4-1-1 dengan Eric Cantona berdiri di belakang striker atau memasang Scholes sebagai second striker. Keinginannya untuk terus menang dengan sepakbola menyerang telah membawanya ke berbagai momen dan situasi, mulai dari membawa Aberdeen menjungkalkan Real Madrid milik Alfredo Di Stefano pada final Piala Winners 1983, hingga pada keinginan ingin merekrut Guardiola dari Barcelona. Ia akhirnya berhasil menerapkan taktik operan satu-dua sentuhan di dalam tubuh MU dalam pencariannya akan sebuah tim terbaik.

Hal itulah yang hilang dari tubuh MU musim ini. Selepas 2009, banyak yang menilai kualitas MU menurun secara permainan, meski sukses mendapatkan satu trofi Premier League dan melaju ke final Liga Champions satu kali lagi. Fergie tak punya lagi Ronaldo yang getol mencetak gol dengan ditopang Rooney dan Tevez yang versatile dan rajin turun ke tengah untuk mencari bola. Tak ada lagi inovasi taktik. MU begitu mono-dimensional. Mereka terkadang mengandalkan serangan Antonio Valencia dari sisi kanan hingga menurunkan Rooney ke lini kedua untuk mengirim umpan jauh. Alhasil, Scholes pun sampai dipanggil kembali dari masa pensiunnya. Sebelum Scholes datang, persentase passing MU tak ada di papan atas deretan tim dengan statistik passing terbaik di Premier League.

Dengan tipikal permainan seperti itu, jangan heran jika MU gagal total di Eropa. Mereka tak mampu lolos dari fase grup Liga Champions dan akhirnya dibuat kewalahan menghadapi permainan Athletic Bilbao di Liga Europa. Tujuan Fergie untuk menjungkalkan Barcelona tertunda--kalau bukan runtuh. Sial bagi mereka, Barca juga gagal total di Eropa musim ini. Guardiola pun keburu mundur, sebelum Fergie bisa membalas kekalahan di final musim lalu.



0 comments:

Post a Comment

Blog Archive

About Me

My Blog List

Powered by Blogger.